(Review Buku) Origin : Dari Asal-Usul Kehidupan hingga Artificial Intelligence


Sebagai penggemar berat karya Dan Brown, saya merasa wajib untuk mengulas salah satu bukunya. Origin adalah buku terbaru Dan Brown yang terbit pada tahun 2017. Sama seperti ciri khas buku-bukunya yang sebelumnya, Origin juga ber-genre thriller-action. Akan tetapi, kalau kalian penggemar karya Dan Brown, kalian akan menemukan ada hal-hal yang sedikit berbeda dari novel Origin. Pada review kali ini, saya akan memberi sinopsis dari novel Origin, mengulas tentang hal-hal spesial didalamnya, dan opini setelah saya selesai membacanya.


Sinopsis

Cerita bermula ketika Langdon menghadiri undangan konferensi penemuan Edmond Kirsch, seorang teknokrat, miliarder, dan ilmuwan komputer. Kirsch akan mengemukakan penemuannya yang dianggap dapat mengancam eksistensi agama di dunia. Sayangnya, sebelum dia mempresentasikan penemuannya, Kirsch tewas terbunuh. Langdon menjadi buronan polisi karena diduga terlibat dalam rencana pembunuhan Kirsch. Dikejar oleh waktu, Langdon harus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Di satu sisi, dia juga berusaha agar presentasi Kirsch yang bisa menjawab dua pertanyaan mendasar tentang eksistensi manusia itu, dapat disiarkan.

Tokoh-tokoh besar agama mati secara misterius. Istana Kerajaan Spanyol dicurigai sebagai pihak yang menekan Kirsch, tapi di saat yang sama dia juga diserang oleh sebuah laman web misterius, yang seperti tahu segala informasi. Siapakah sebenarnya dalang pembunuhan Edmond Kirsch?


Yang beda dari novel Origin

1. Dari penelusuran tentang simbol-simbol agama dan tradisi, beralih ke teknologi
Dan Brown dikenal dengan karyanya yang sarat akan pembahasan mengenai agama.Novel-nya yang berjudul Da Vinci Code, bahkan sempat membuat geger otoritas gereja. Kalaupun tidak berbicara agama, Dan Brown akan membawa kita untuk berjalan-jalan menelusuri lukisan-lukisan klasik, seperti pada Angels and Demons, atau  menyelami karya sastra dunia, seperti pada Inferno.

Tentu saja dan Brown juga masih mewarnai Origin dengan simbol-simbol. Hanya saja, Origin lebih banyak membicarakan seputar teknologi, khususnya Artificial Intelligence (kecerdasan buatan). Pada novel ini, karakter Edmond Kirsch adalah seorang teknokrat, ahli game theory dan pemodelan komputer. Winston, salah satu karakter di Origin, adalah AI yang diciptakannya. Winston inilah yang nantinya akan banyak membantu Langdon dalam menguak misteri kematian Kirsch. Selain itu, kita juga akan menemukan istilah-istilah teknologi jaman sekarang, seperti live streaming, smartphone, screenshot. Tentu hal-hal seperti ini sangat jarang ditemukan di novel Dan Brown sebelumnya. 

2. Konflik dengan agama terkait teori penciptaan 
Novel-novel Dan Brown banyak menampilkan konflik atau perseteruan antara ilmuwan dengan kaum agama. Bedanya, kalau sebelumnya Dan Brown menekankan pada aspek otoritas agama sebagai suatu lembaga, di novel Origin konflik dengan agama menyangkut hal yang sangat substansial, yaitu teori penciptaan dan asal-usul kehidupan. Tokoh ilmuwan di novel Origin, yaitu Edmond Kirsch, mengemukakan gagasannya mengenai teori penciptaan yang berbeda dengan keyakinan di setiap agama. Semua agama meyakini bahwa kita semua adalah makhluk ciptaan Tuhan, tapi bagaimana ya dengan ide Kirsch?


Pendapat saya untuk Origin

Bisa saya katakan, Origin adalah novel Dan Brown yang paling komplit. Origin membahas topik seputar perkembangan teknologi, teori penciptaan makhluk hidup, juga kelompok-kelompok dalam agama. Semua topik di atas masing-masing punya keterkaitan dengan konflik dalam cerita Origin.

Kalau melihat dari judulnya, sebenarnya yang menjadi topik utama Origin adalah teori penciptaan. But, personally, saya lebih tertarik dengan topik tentang teknologi Artificial Intelligence. Entahlah, mungkin karena saya studinya Biologi, jadi saya sudah menduga inti gagasan Edmond Kirsch akan seperti apa. Sedangkan Artificial Intelligence, meskipun sudah sering saya dengar, tapi saya cukup buta dengan topik ini, jadi saya lebih tertarik. 

Topik yang diangkat Origin adalah topik yang cukup berat karena banyak istilah-istilah sains dan teknologi. Akan tetapi, cara Dan Brown membawakan gagasannya sangat runut dan mudah dipahami. Cara Dan Brown mendeskripsikan eksperimen Harold Urey di buku ini, sangat membumi. Saya yakin, kalian yang bukan anak IPA dan tidak terlalu paham dengan Biologi pun, pasti akan bisa memahami. Itulah yang membuat saya sudah menggandrungi karya Dan Brown sejak kelas 2 SMA. Dan Brown bisa membuat saya bertahan membaca ceritanya seputar "Perjamuan Malam Terakhir," yang sebelumnya saya tidak tahu sama sekali.

Dari sisi alur cerita, Origin juga menarik. Dan Brown mengajak pembaca untuk menebak siapa dalang di balik pembunuhan Edmond Kirsch. Tokoh-tokoh yang ditampilkan Dan Brown memiliki peran pentingnya masing-masing dan bisa saya bilang hampir semuanya dapat dicurigai sebagai dalangnya. Namun hanya ada satu dalang yang sesungguhnya dan bisa jadi tidak pernah terpikirkan oleh anda.


Kesimpulan
Saya pikir buku ini tidak hanya untuk penggemar karya Dan Brown, atau penikmat cerita thriller dan teori konspirasi saja. Dan Brown membuat Origin untuk kalangan masyarakat yang lebih luas lagi. Bukan hanya penikmat fiksi tetapi para penikmat teori evolusi, tech geek, pemerhati isu agama, juga pemerhati sosial media.








0 Komentar