Pameran Proyek Sains Pelajar di Puspiptek Innovation Festival 2018

Hari minggu kemarin, saya mampir ke acara Puspiptek Innovation Festival (PIF). Sesuai dengan namanya, PIF adalah pameran inovasi teknologi. Ini sudah tahun kedua PIF diselenggarakan oleh Puspiptek. Acara ini digelar di kawasan Puspiptek (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Serpong. Selain pameran karya inovasi, ada juga workshop-workshop, dan planetarium mini dari LAPAN.

Lokasi PIF di kawasan Puspiptek Serpong

Menarik ya acaranya? Iya, tapi sayangnya, acara ini sudah digelar dari tanggal 27 - 30 September 2018. Jadi, waktu hari minggu saya kesana, itu sudah hari terakhir dan ada beberapa stand yang sudah tutup, termasuk planetarium mini yang saya idam-idamkan.

Meskipun saya tidak dapat menikmati planetarium mini, saya tetap mendapatkan pengalaman menarik saat mengunjungi PIF. Setidaknya saya masih bisa jalan-jalan ke stand-stand pameran inovasi. Pameran inovasi ini sebagian besar diisi oleh para peneliti Puspiptek. Kalau kalian belum tahu, Puspiptek itu adalah lembaga penelitian di bawah Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Di kawasan Puspiptek ini, ada beberapa laboratorium penelitian milik BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), dan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

Stand inovasi dari Puspiptek

Menelusuri stand-stand pameran inovasi

Yang menarik dari PIF adalah pelibatan para pelajar untuk mengisi stand dengan proyek sains mereka. Menariknya lagi, para pelajar ini adalah adek-adek tingkat SD dan SMP. Ada adek-adek dari SD N Puspiptek yang menampilkan beberapa proyek sains-nya, diantaranya ada lampu flip-flop, AC mini sederhana, rumah anti maling, air mancur tanpa pompa pendorong, dan detektor banjir.

Siswi SD N Puspiptek sedang menjelaskan proyek sains-nya ke pengunjung

AC Mini Sederhana karya pelajar SD N Puspiptek. Sumber dingin terbuat dari campuran es dan garam untuk mempertahankan suhu dinginnya. 

Mencoba "Rumah Anti Maling" karya pelajar SD N Puspiptek. Kalau pintunya dibuka, alarm akan berbunyi.
(Photo by Ridwan Kurniadi)

Awalnya saya pikir, proyek-proyek ini ditugaskan oleh guru IPA-nya. Karena kalau iya, saya mau bincang-bincang dengan guru IPA-nya yang sangat keren ini. Rupanya, mereka tergabung dalam science club dan proyek-proyek ini adalah hasil belajar mereka di science club. Saya sempat tanya ke mereka tentang persiapan membuat proyek-proyek ini. Mereka bilang harus mencoba berkali-kali sampai berhasil. Dengan usia mereka yang masih sangat muda, melalui proyek sains, selain mendapat ilmu secara akademis, mereka juga belajar untuk tidak mudah menyerah. 

Ada juga adek-adek pelajar SMP yang membuat perangkap tikus sederhana dan obat diabetes. Hanya butuh botol bekas dan triplek. Cara kerjanya, kita posisikan botol yang sudah diisi dengan umpan, dengan kondisi agak miring ke atas. Di depan botol, kita pasang triplek dalam keadaan sedikit miring (seperti sudut pigura foto). Jadi, kalau tikus masuk ke dalam botol, botol akan menjadi berat, jatuh ke sisi sebaliknya dan lubang botol tepat tertutup oleh triplek. Tikus tidak bisa pergi deh. Sementara untuk obat diabetes sendiri, penelitiannya belum selesai. Mereka baru sampai membuat ramuannya yang terbuat dari jengkol, disangrai lalu ditumbuk. Kita doakan semoga penelitiannya lancar dan bermanfaat ya.

Perangkap tikus (kiri) dan ramuan obat diabetes (kanan) karya pelajar SMP
Saya salut dengan adek-adek SD dan SMP ini. Mereka sangat antusias dengan proyek yang mereka tampilkan. Saya bisa melihat antusiasme yang besar itu dari cara mereka menjelaskan setiap proyek. Bahasa mereka runut, dari mulai memaparkan alat-bahan, fungsi setiap alat-bahan, dan cara kerjanya. Mereka menyambut setiap orang yang datang ke stand dengan penjelasan mereka yang luar biasa keren. Two thumbs up for all student participants.

Acara-acara positif semacam ini memang sangat perlu, khususnya bagi masyarakat umum. Menurut saya, kalau bisa durasi acara per hari bisa lebih lama dan pengisi stand-standnya bisa lebih banyak lagi. Untuk Puspiptek, terima kasih sudah mendekatkan dunia riset ilmiah kepada masyarakat umum. Walaupun acara pameran inovasi masih belum bisa seheboh konser musik maupun wisata kuliner, semoga ini tidak menyurutkan langkah Puspiptek untuk membuat acara-acara serupa lagi. Sampai bertemu lagi di PIF 2019!

Berfoto di depan photobooth
(Photo by Ridwan Kurniadi)






0 Komentar