Tips Membaca Buku ala Najwa Shihab

Mumpung sekolah lagi libur Mid-Semester, kemarin saya mampir ke The Readers Fest. Acara ini diselenggarakan oleh Gramedia.com di Gedung Cipta Niaga, Kota Tua, Jakarta. Di sini ada bazar buku murah lho, yaitu seharga 10.000-30.000 rupiah. Tak kalah menarik, juga ada aneka workshop dan talkshow. Acara ini masih berlangsung sampai tanggal 7 Oktober. 

Yang menarik dan akhirnya membuat saya tertarik datang ke The Readers Fest karena ada salah satu talkshow dengan tema minat baca. Pembicaranya adalah Maman Suherman dan Najwa Shihab. Mereka berbagi pengalamannya sebagai penggiat literasi dan khususnya Mbak Najwa sebagai Duta Baca Indonesia. 


Memang kalau kita melihat angka minat baca, Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 61 negara. Miris ya. Akan tetapi, pengalaman Kang Maman dan Mbak Najwa keliling ke daerah-daerah dan melihat para penggiat minat baca di daerah, membuat kita optimis akan masa depan literasi bangsa. Orang-orang di daerah, yang mengalami keterbatasan akses atas buku, ternyata tertarik dengan kegiatan membaca. Nah, kita yang bernasib lebih baik, malah malas-malasan untuk membaca.

Iya sih, aku pengen bisa baca buku, tapi harus mulai dari mana? Baru baca sedikit aja udah ngantuk...

Kalau menurut Mbak Najwa, membaca itu skill. Perlu pembiasaan sampai kita bisa menjadikan membaca sebagai hobi. Berikut ini, saya bagikan tips kiat membaca buku ala Najwa Shihab yang dibagikan di talkshow kemarin. 

1. Turn off notifications
Menurut Mbak Najwa, notifikasi itu bisa mendistraksi kita. Tadinya kita sudah pegang buku, siap-siap baca, eh, ada notif instagram masuk, jadi scrolling-scrolling, akhirnya kebablasan, lupa sama buku yang mau dibaca. Kalau menurut Kang Maman, anak muda sekarang dilanda FOMO (Fear of Missing Out) alias gejala tidak mau ketinggalan info. Itu juga yang menyebabkan kita sedikit-sedikit buka instagram, melihat ada likes, comment, atau postingan teman. Jadi kalau mau mulai membaca, jangan lupa matikan dulu notifikasi media sosial di smartphone kita, supaya kita fokus.

2. Masukkan membaca sebagai rutinitas harian
Karena membaca adalah skill yang harus terus dilatih, maka kita harus membiasakan membaca sebagai bagian dari rutinitas harian kita. Kita harus perlakukan membaca sebagai kegiatan wajib kita, seperti makan dan mandi. Idealnya, menurut mbak Najwa, membaca minimal 30 menit dalam sehari. Kalau tidak mampu 30 menit sekaligus, bisa dicicil lho. Ini untuk melatih daya tahan membaca kita, jadi supaya tidak mudah mengantuk kalau lagi baca buku.

3. Membaca buku apapun
Kalau lagi membiasakan membaca, kita jangan membatasi diri dengan bahan bacaan tertentu. Bukan berarti kita harus membaca buku yang berat-berat. Bisa kita mulai dari tipe bacaan yang kita suka. Kalau kita suka teenlit, ya sudah kita baca teenlit dulu. Saya juga dulu mengawali hobi baca buku dari teenlit waktu masih SMP.

Mbak Najwa juga bilang, kita tidak perlu memaksakan untuk menyelesaikan membaca buku yang kita tidak suka. Kadang kita merasa bersalah kalau tidak bisa menyelesaikan buku yang kita baca. Padahal kalau kata Mbak Najwa, kalau kita tidak suka, tutup buku, dan cari buku yang lain lagi. Yang paling penting, kita harus memunculkan kecintaan terhadap buku dulu.

4. Cari teman membaca 
Saya cukup beruntung karena dari SMP, SMA, sampai kuliah, saya selalu menemukan teman yang suka membaca. Dari pertemanan ini, kami bisa berbagi rekomendasi buku, kesan-kesan setelah kita baca buku tertentu, dan berbagi pendapat seputar buku yang sama-sama sudah kita baca. Bahkan kalau kata Mbak Najwa, kita bisa membuat klub buku kecil-kecilan dengan teman-teman dan bisa saling mengingatkan sampai di mana progres membaca kita.

Maraknya konsumsi hoax adalah cerminan dari rendahnya budaya baca. Kebiasaan membaca dapat membentengi diri kita dari kepercayaan akan info-info tidak jelas. Membaca itu mengasah nalar agar kita bisa memilah informasi. Di tengah kesibukan kerja, sekolah, maupun kuliah, mari kita sempatkan waktu untuk membaca. Semoga kita selalu istiqomah dalam membaca.

"Membaca itu bukan insting, tetapi skill yang harus diusahakan" (Najwa Shihab) 



0 Komentar